February 12, 2018

Putri Mantan Sekda Kuansing Diusir dari Ruang Sidang Tipikor


RIAU, KUANTAN SINGINGI - Sidang perkara korupsi dana beasiswa dengan terdakwa mantan Sekda Kuansing, Muharman, Senin(12/2/2018), kembali digelar di Pengadilan Tipikor Pekanbaru. Sempat terjadi insiden "pengusiran" terhadap anak Sekda pada persidangan ini.

"Pengusiran" bermula saat Rina, anak Sekda Kuansing, Muharman, yang berpakaian dinas ASN Pemprov Riau hadir di ruang sidang. Rina bermaksud ingin melihat sidang ayahnya dengan jelas dan duduk di barisan depan kursi pengunjung.

Melihat hal ini, Jaksa Penuntut Umum meminta kepada majelis hakim yang diketuai Toni Irfan SH, untuk memerintahkan Rina keluar dari ruang sidang. "Yang mulia, kami meminta agar saudari Rina keluar. Karena ia merupakan saksi untuk terdakwa," ujar Jaksa sambil menunjuk ke arah Rina.

Namun Eva Nora SH, Penasehat Hukum terdakwa Muharman, sempat menahan dengan menyebutkan bahwa Rina adalah anak terdakwa.

Namun majelis hakim yang diketuai Toni, sependapat dengan jaksa dan meminta Rina segera meninggalkan ruang sidang, sampai nantinya dirinya dipanggil untuk memberi kesaksian. "Karena saksi merupakan saksi, maka kami minta saudari untuk keluar terlebih dulu," ujar hakim.

Rina kemudian segera berjalan meninggalkan ruang sidang. Sementara sidang dilanjutkan dengan pemeriksaan empat orang saksi yang merupakan anggota Tim TAPD.

Untuk diketahui, terdakwa Muharman bersama mantan Bendahara Setda Kuansing, Doni Irawan dijerat JPU dengan Pasal 2 Pasal 3 Undang Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dan ditambah dengan Undang Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Korupsi juncto Pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP.(gun)