February 24, 2018

LMB : RAPP Utang Janji ke Masyarakat Pelalawan


PELALAWAN, PANGKALAN KERINCI - PT. Riau Andalan Pulp and Paper yang merupakan perusahaan kertas terbesar di Asia Tenggara, yang wilaya operasionalnya mencakup sebagjan wilayah propinsi Riau.

Sebagai pabrik kertas dengan bahan baku kayu ini, PT. RAPP berdiri megah di jantung kota Pangkalan Kerinci.

Panglimo Mudo Laskar Melayu Bersatu (LMB)
Kabupaten Pelalawan, H. Tarmizi Maskar
Hadirnya perusahaan milik Sukanto Tanoto ini di negeri Seiya sekata bukan tanpa syarat, para tokoh masyarakat yang membuka tangan menerima kehadiran PT. RAPP menaruh harap, anak perusahaan April Group ini membawa kesejahteraan bagi nasyarakat.

"Tokoh masyarakat kita dulu mau menerina RAPP beroperasi disini dengan satu syarat, tolong di perhatikan anak kemenakan (putra putri tempatan)",  terang Panglimo Mudo Laskar Melayu Bersatu (LMB) Kabupaten Pelalawan, H. Tarmizi Maskar, Jumat (23/2/2018)

Dengan syarat tersebut, menjadi restu bagi Sukanto Tanoto membesarkan  bisnis bubur kertas dan berbagai jenis produk turunannya. Namun janji untuk memperhatikan anak kemenakan agak sedikit terabaikan, buktinya tidak lebih dari 18 persen tenaga kerja lokal yang diperkerjakan RAPP, itu pun dalam hitungan skala Riau, sampai Riau kepulauan.

"Itukan hitungan Riau, bagaimana hitungan tenaga kerja asli putra putri Kabupaten Pelalawan, pasti sangat kecil sekali" , imbuhnya

Kurang terperhatikannya anak kemenakan di Pelalawan ini, harus ditagih oleh masyarakat, hal ini sudah menjadi utang janji manajemen RAPP sebelum mereka memulai operasional di awal sekali.

"Itu utang janji RAPP akan kita tagih, kita minta akomodir tenaga kerja kita, tenaga kerja lokal, 60 : 40, artinya 60 persen tenaga kerja berasal dari anak kemenakan",  tegasnya

Masih menurut pria yang akrab dipanggil Atan Peong ini, jika kebutuhan tenaga sklill tidak dapat dopenuhi oleh putra putri tempatan, tugas RAPP lah untuk melakukan pelatihan, maupun menyekolahkan (memberi beasiswa), agar putra putri masyakat Kabupaten Pelalawan dapat bersaing untuk lapangan kerja dalam perusahaan itu.

"Buat pelatihan, kasih beasiswa agar skill anak anak sini meningkat", pungkasnya.(apon)