January 21, 2018

Pemerintah Pusat Gelontorkan Rp 3,2 miliar Timbun Proyek Jalan Lintas di Dumai


DUMAI, PARIT KERITANG - Jalan Parit Kitang-Simpang Batang belum kunjung rampung. Proyek pembangunan jalan lingkar di Kota Dumai bagi angkutan barang belum memperlihatkan kemajuan berarti.

Pada tahap awal jalan ini seharusnya rampung pada rentang tahun 2005 hingga tahun 2008. Pengendara belum bisa melintas di jalan lingkar yang menghubungkan Kelurahan Mekar Sari dan Kelurahan Lubuk Gaung. Jalan ini belum bisa rampung karena terkendala anggaran.

Seorang pengendara melintas di Simpang Parit Kitang. Jalan Lintas Parit Kitang-Simpang Batang
 di Dumai sekitar 5,5 km belum tersentuh.
Anggaran pembangunan jalan lingkar ini mencapai Rp 300 miliar. Pantauan Awak Media, proses pengerjaan baru fokus di dua pangkal jalan tersebut. Pada pangkal Simpang Parit Kitang sejumlah pengendara sudah biaa melintas.

Hal serupa juga terlihat di Simpang Batang. Kedua pangkal jalan ini sudah dalam proses rigid pavement atau pengerasan kaku. Data dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Dumai baru 3,5 km jalan sudah rigid dari 22 km total jalan lingkar.

Sebanyak 1,5 km rigid di simpang Parit Kitang dan 2 km lagi di Simpang Batang. Ada juga bagian jalan yang sudah dalam proses penimbunan. Panjang jalan yang sudah penimbunan mencapai 14 km.

Penimbunan sebanyak 6 km di Simpang Parit Kitang dan 8 km lagi di Simpang Batang. Panjang jalan lingkar tersebut yang sudah dalam pengerjaan mencapai 16,5 km. Total 5,5 km jalan belum dalam pengerjaan.

"Kita terkendala dana untuk merampungkan Jalan Lintas Parit Kitang- Simpang Batang," terang Kepala Dinas PUPR Dumai, Muhammad Syahminan kepada Tribun, Minggu (21/1/2018).

Pemerintah Pusat akan menggelontorkan anggaran hingga Rp 3,2 Miliar dari Dana Alokasi Khusus (DAK) untuk kelanjutan proyek Jalan Lingkar Simpang Batang-Simpang Parit Kitang. Rencananya untuk menimbun jalan lingkar sepanjang 700 meter.

"Jadi pada tahun ini ada dukungan anggaran dari DAK. Kalau cuma pakai PAD sulit untuk dirampungkan," papar Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Dumai, Muhammad Syahminan, Minggu (21/1/2018)

Menurutnya, pembangunan jalan ini tak bisa rampung dengan APBD Dumai yang terbatas. Pembangunan jalan lingkar ini harus ada dukungan anggaran dari Pemerintah Provinsi Riau dan Pemerintah Pusat.

Syahminan menyebut bahwa Jalan Lingkar ini adalah satu jalur alternatif bagi kendaraan truk pengangkut Crude Palm Oil (CPO) menuju kawasan industri di kawasan Lubuk Gaung. Mereka tidak lagi harus berbagi dengan pengendara saat melintas di Jalan Raya Dumai-Lubuk Gaung.

"Kami memang masukan dalam pengajuan bahwa jalan ini adalah upaya antisipasi laka lantas. Saat ini sejumlah pengendara meninggal usai tabrakan dengan truk CPO," paparnya.(gun)