January 21, 2018

Kejari Pelalawan Kembangkan Kasus Tipikor Cetak Sawah Sesuai Fakta Persidangan


PELALAWAN, PANGKALAN KERINCI - Nampaknya kasus dugaan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) proyek cetak sawah tahun 2012 di Dinas Pertanian Pelalawan akan memasuki babak baru.

Padahal perkara rasuah itu telah disidangkan di Pengadilan Tipikor Pekanbaru. Kejari Pelalawan mengembangkan kasus korupsi cetak sawah di Desa Gambut Mutiara Kecamatan Pangkalan Kerinci itu.

Perkara ini telah menyeret dua orang terdakwa ke kursi pesakitan. Jaksa kembali mendalami perkara ini berdasarkan hasil dan fakta-fakta selama persidangan.

"Ini kasus cetak sawah dikembangkan lagi. Berdasarkan fakta dan hasil di persidangan. Terakhir kemarin kita menghadirkan saksi dari Dinas Pertanian Provinsi Riau bersaksi di persidangan," ungkap Pelasana harian Kepala Seksi Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Pelalawan, Arri HD Wokas, kepada Wartawan, Jumat (19/1/2018) pekan lalu.

Arri menyebutkan, pengembangan kasus lebih ke arah adanya perkara serupa di tempat lain. Artinya proyek cetak sawah yang terbengkalai namun dicairkan 100 persen tidak hanya di Desa Gambut Mutiara, Teluk Meranti.

Korps Adhyaksa membidik proyek pembuatan sawah yang tidak jadi di salah satu desa di Kecamatan Kuala Kampar.

Cetak sawah di Penyalai, nama lain Kuala Kampar, juga dibiayai oleh APBN sebesar Rp 1 Miliar. Diduga proyek itu tidak selesai dan anggaran telah dicairkan 100 persen.

"Kita berencana turun ke lokasi, untuk melihat secara langsung. Jadwalnya sudah kita susun," tandasnya.

Perkara cetak sawah tahun 2012 di Dinas Pertanian Pelalawan telah disidangkan di pengadilan Tipiko Pekanbaru. Dua terdakwa yakni Jumaling sebagai ketua kelompok tani dan Kaharuddin sebagai kontraktor proyek telah ditahan sejak berkas perkara dinyatakan lengkap. Namun tidak ada tersangka dari pihak dinas atau pemerintahan.(gun)