sponsor

sponsor

Slider

Berita Terkini

POLITIK

HUKUM

EKONOMI

SOSBUD

KESRA

PEKANBARU

» » » » » Satpam PKS PTPN III Meranti Kerahkan Massa Usir Wartawan

BERITA ROHIL, BAGAN SINEMBAH - Terkait informasi yang diperoleh mengenai terbakarnya Pabrik Kelapa Sawit (PKS) Perseroan Terbatas Perkebunan Nusantara (PTPN) III yang terletak di Desa Meranti, Bagan Sinembah, sejumlah wartawan yang mendapat informasi itu langsung berdatangan untuk meliput peristiwa itu.

Akan tetapi, sesampainya di lokasi, wartawan tidak diperbolehkan masuk dan dilarang meliput oleh sejumlah oknum satuan pengamanan (Satpam) yang lagi tugas. Bahkan, dalam peliputan itu, satpam mengerahkan karyawan untuk mengusir Wartawan.

Bukan itu saja, para satpam perusahaan tersebut awalnya meminta surat liputan dari media masing-masing wartawan agar bisa meliput kedalam lokasi kejadian. "Kan gak mungkin kalau setiap melakukan liputan kita harus membawa surat penugasan liputan. Kalau mereka minta ID Card, kami berikan," kata wartawan Garuda Pos di lokasi setelah cekcok sama satpam itu.

Menurut dia, ini tidak bisa kami diamkan karena, kejadian ini sudah melanggar UU Pokok Pers No 40 tahun 1999 tentang kebebasan pers dengan menghambat atau menghalangi wartawan dalam menjalankan tugas. Adapun pasal yang telah dilanggar oleh oknum ktersebut karena sudah menghalangi wartawan yakni, Pasal 18 ayat (1) UU Pers.

Yang mana dalam pasal itu menyebutkan, memberikan sanksi bagi setiap orang yang secara melawan hukum dengan sengaja melakukan tindakan yang berakibat menghambat atau menghalangi pelaksanaan kebebasan Pers, sesuai dengan ketentuan Pasal 4 ayat (2) dan ayat (3) harus dipidana dengan pidana penjara paling lama 2 (dua) tahun atau denda paling banyak Rp 500 juta," ucapnya.

Tidak terima akan hal itu, sekitar sepuluh (10) wartawan yang hendak meliput peristiwa yang terjadi tengah malam tadi, ingin memperkarakan hal tersebut sesuai dengan pasal yang dilanggar oleh oknum satpam PKS tersebut.

"Apalagi, niat mereka juha sudah tidak bagus sama kami dengan menyuruh yang lain memanggil karyawan PKS itu untuk mengusir kami dengan mengatakan (panggil karyawan..3x, eeeeeekkkhhh) begitu," terang Sajali Bintang, wartawan Pindo Merdeka menirukan kata salah satu satpam kepada mereka.(her)

«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post