sponsor

sponsor

Slider

Berita Terkini

POLITIK

HUKUM

EKONOMI

SOSBUD

KESRA

PEKANBARU

» » » » Rusak Lingkungan, Dewan Desak BLH Pelalawan Tindak Tegas PT LIH

BERITA PELALAWAN, PKL KERINCI - Anggota DPRD Pelalawan Nazzarudin Arnazh, geram dengan pengrusakan lingkungan yang dilakukan oleh PT Langgam Inti Hibrido (LIH) dikabupaten Pelalawan dengan menutup sejumlah anak sungai. Untuk itu dia, meminta Badan Lingkungan Hidup (BLH) untuk menindak perusahaan perkebunan kelapa sawit ini.

"Apalagi presiden Jokowi, baru-baru ini membuat pernyataan, bahwa tidak ada kompromi bagi setiap perusahaan perusak lingkungan. Pernyataan ini, tentu menjadi sebuah jalan mulus bagi instansi terkait dalam hal ini, BLH menindak PT LIH yang terang-terang menutup anak sungai. Begitu juga perusaahan melakukan perihal yang sama," terang Nazzarudin Arnazh kepada wartawan, Rabu (2/9/15).

Menurut penuturan politisi dari partai PAN tersebut, sudah saatnya masalah kerusakan lingkungan ini dicermati secara serius. Sebab dampak dari kerusakan yang ditimbulkan sangat luar biasa dan merugikan masyarakat tempatan.( baca juga : Tutup 5 Anak Sungai di Pengkalan Kerinci dan Kuras, PT LIH jadi Tersangka)

"Persoalan, penutupan anak sungai oleh PT LIH ini, tentunya sebuah kejahatan lingkungan, dampaknya luar biasa dan mematikan mata pencarian masyarakat, tempatan," tegas dia.

Dia menilai, penutupan anak sungai yang dilakukan PT LIH tersebut, lebih diakibatkan lemahnya pengawasan yang dilakukan BLH. "Instansi terkait dalam hal ini BLH harus pro-aktif. Mereka harus melakukan pengawasan kontiniu kelapangan, jika ditemukan penyimpangan harus ditindak," tambahnya. (baca juga : Hasil Temuan Pansus Lahan, PT LIH Lakukan Penggarapan Kayu Olahan)

Akibat kondisi ini, sambung Nazzar melalui Fraksi PAN dia mendesak komisi III, memanggil perusahaan ini. Kapan perlu melakukan hearing dilapangan. "Saya kan komisi 1, yang membidangi masalah Amdal adalah komisi 3. Jadi melalui fraksi kita meminta komisi 3, menindak lanjut persoalan ini," tandasnya.

Ditempat terpisah, Yusman selaku Humas PT LIH, membantah keras bahwa perusahaan ini tidak melakukan penutupan anak sungai seperti apa yang dituduhkan terhadap mereka, terlebih lagi terhadap sungai Resak.

Untuk Sungai Bunian dia mengakui, sungai tersebut sudah ditutup oleh manajemen sebelumnya. "Kan perusahaan ini tak over. Untuk sungai Bunian memang sudah ditutup. Penutupannya, dilakukan oleh manajemen sebelumnya," tandas Yusman.(cid/rtc)

«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post