sponsor

sponsor

Slider

Berita Terkini

POLITIK

HUKUM

EKONOMI

SOSBUD

KESRA

PEKANBARU

» » » » » Pengurus DPD IPK Rohil Kecam Pengancaman Oknum Mantan Ketua

BERITA ROHIL, BAGAN SINEMBAH - Mendengar sekretaris jendral (Sekjend) dewan pimpinan daerah (DPD) ikatan pemuda karya (IPK) tingkat II kabupaten Rokan Hilir (Rohil) di ancam oleh oknum mantan ketua yang lama, dikecam oleh pengurus DPD IPK yang baru.

Demikian Ketua Umum DPD IPK Rohil, Cutra Andhika SH kepada RohilTerkini.com, Kamis 3/9 di Bagan Sinembah. Menurutnya, pengancaman yang dilakukan oleh HT mantan ketua IPK yang sudah dinonaktifkan itu, sudah melewati batas. Sehingga mau tidak mau, pihaknya menyerahkan hal itu kepihak yang berwajib.

"Kami dari pihak pengurus DPD IPK Rohil yang sah dan terlegitimasi, mengecam tindakan yang dilakukan oleh mantan ketua IPK Rohil, saudara TH yang tidak patut dan tidak dibenarkan menurut hukum, serta tidak etis dalam organisasi," kata Ketua IPK Rohil, Cutra Andhika.


Dirinya menilai, TH seharusnya tidak boleh melakukan hal sedemikian. "Karena, apapun ceritanya kalau menyangkut internal organisasi, seharusnya yang bersangkutan dapa legowo dengan keputusan organisasi, dan melakukan upaya upaya secara organisatoris yang tentunya ke DPD IPK tingkat I Riau," ucapnya.

"Namun, terhadap apa yang dilakukan beliau, karena ini juga merupakan pelanggaran maka pada hari ini (Kamis, red), kami bersama sama dengan unsur Pengurus DPD IPK tingkat II Rohil, mendampingi Skretaris selaku korban, saudara Mangiring Parulian Sinaga, melaporkan tindak pengancaman yang melanggar pasal 35 Ayat 1, tindak pidana ke Mapolsek Bagan Sinembah. Sedangkan nomor laporannya, nanti teman tan wartawan bisa melihat di STPL itu," ujar Cutra.

Dirinya berharap, agar Kepolisian Bagan Sinembah untuk dapat segera melakikan penyelidikan dan penyidikan terhadap perkara yang dilaporkan oleh pihaknya itu. "Apabila terpenuhi dan alat alat bukti yang cukup, kami mohonkan agar pelaku tentunya segera ditangkap dan ditahan sesiai dengan ketentuan hukum yang berlaku," tuturnya.

Namun sebut dia lagi, kalau terlapor memilkki itikad baik di kemudian hari ingin berdamai, pihaknya tidak bisa mengiyakan dan harus menanyakan dulu kepihak korban dan akan disikapi dengan ketentuan organisasi. "Kita liha aja nanti bagaiman. Namun, kalau tidak ada itikad baik, kita minta hal itu dinaikkan kepengadilan supaya tahu mana yang benar atai salah," tegasnya.(her)

«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post