sponsor

sponsor

Slider

Berita Terkini

POLITIK

HUKUM

EKONOMI

SOSBUD

KESRA

PEKANBARU

» » » » » Tampil di Jakarta Baca Puisi, Nurhayati Siswi SD di Meranti Wakili Riau

BeritaMeranti.com, Pendidikan - Nurhayati siswi SD 11 Bantar Seberang Selatpanjang Kabupaten Kepulauan Meranti wakili Provinsi Riau lomba siswa SD/MI Negeri/Swasta membaca puisi dan cerita rakyat ke Jakarta. 

Terpilihnya Nurhayati mewakili Riau setelah berhasil menjadi pemenang pada lomba membaca puisi tentang pahlawan dan cerita rakyat Riau auditorium Perpustakaan Soeman Hs. 

"Pemenang nanti akan kita kirim ke Jakarta sebagai perwakilan Riau. Untuk pemenang pertama ada hadiah berupa uang sebesar Rp3,5 juta serta piala,\" kata Kepala Badan Perpustakaan, Arsip dan Dokumentasi (BPAD) Riau Yoserizal Zein, Senin (27/7/15). 

Nurhayati membawakan cerita rakyat dari Bengkalis berjudul Dedap Durhaka. Cerita ini tidak jauh berbeda dengan cerita rakyat Malin Kundang. Bedanya Dedap yang merupakan anak durhaka karena tak mengakui orang tuanya setelah berhasil dirantau orang, dikutuk lalu menjadi pulau. 

Sebelum diberangkatkan ke Jakarta pada September mendatang, terlebih dahulu akan diberi pelatihan bagaimana tekhnis membaca puisi dan bercerita yang baik. Diharapkan, Nurhayati nantinya akan mampu mengharumkan nama Riau dikancah nasional. 

"Tentunya harapan kita bukan hanya sebatas mencari bibit semata, tetapi juga menggemakan membaca puisi serta cerita rakyat Riau dikalangan anak-anak serta umum. Kita harapkan, kegiatan serupa akan bisa lebih menggema lagi ditahun mendatang,\" ujar Yoserizal. 

Selain Nurhayati, pemenang kedua adalah Muhammad Erik Laksamana siswa SD 01 Bengkalis. Erik membawakan cerita rakyat berjudul Lancang Kuning dan berhak mendapatkan piala dan uang sebesar Rp3 juta. 

Sementara pemenang ketiga jatuh kepada Ikhlalusul Muzaki siswa SD 10 Pangkalan Kerinci, Pelalawan. Ikhlasus yang dulunya sempat menjadi pemenang kedua pada lomba yang sama tahun lalu, kini membawakan judul cerita Sibujang Asal Burung Punai, serta berhak mendapatkan piala dan uang sebesar Rp2,5 juta. 

Sementara Hangkafrawi, salah seorang dewan juri menyatakan penilaian berdasarkan pemahaman bercerita, tekhnik bercerita, intonasi yang disampaikan peserta lomba.(yok/rls)

«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post