sponsor

sponsor

Slider

Berita Terkini

POLITIK

HUKUM

EKONOMI

SOSBUD

KESRA

PEKANBARU

» » » Dumai Raih Penghargaan Kinerja Daerah Terbaik 2015

BeritaDumai.com, Budaya - Pemerintah Kota Dumai selama di bawah kepemimpinan Khairul Anwar sebagai Walikota Dumai dan Agus Widayat sebagai Wakil Walikota, berbagai penghargaan telah berhasil diraih, baik tingkat Provinsi hingga tingkat Nasional.

Pemerintah Kota Dumai kembali mendapat penghargaan kinireja daerah tahun 2015 kategori capaian Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Human Development Index (HDI). Prestasi Ini Diperoleh karena Capaian Kinerja IPM/HDI Kota Dumai diatas Propinsi Riau.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) 2014, IPM Kota Dumai mencapai 78,73 yang mengalami peningkatan dari tahun sebelumnya 78,25. Capaian ini masih jauh lebih tinggi dari pencapaian IPM Provinsi Riau. Sungguh luar biasa.

IPM Kota Dumai merupakan indikator keberhasilan program yang telah dilaksanakan Pemko. IPM/HDI merupakan Indikator Keberhasilan upaya membangun kualitas hidup manusia yang didasarkan oleh 3 parameter yang terdiri atas angka harapan hidup, pencapaian pendidikan, serta dayabeli masyarakat/fakor ekonomi masyarakat.

Demikian disampaikan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Dumai Marjoko Santoso, akhir pekan ini. Menurut Marjoko, penghargaan ini diberikan pada acara Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Provisi Riau, Kamis (16/4) kemarin di Hotel Labersa Pekanbaru.

Penghargaan diserahan oleh Wakil Menteri Keuangan R.I Mardiasmo diterima Asisten III Pemko Dumai Mustafa Kadir mewakili Walikota Dumai. Hadir pada kesempatan itu Dirjen Dalam Negeri pada Kemendagri, Maliki Heru Santoso dan Bappenas RI, Plt Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman dan undangan lainnya.

Menurut Marjoko, IPM/HDI adalah pengukuran perbandingan dari harapan hidup, melek huruf, pendidikan dan standar hidup dengan begitu keberhasilan Pemerintah Kota Dumai meraih penghargaan ini sudah barang tentu menjadi salah satu tolak ukur keberhasilan pembangunan dalam upaya mewujudkan Visi Dumai 2015.

Dilanjutkan Marjoko yang juga mantan Kadiseks Dumai ini, IPM/HDI digunaan untuk pengukuran hasil kinerja pembangunan manusia baik secara Nasional, Propinsi dan Kabupaten/Kota. IPM mengukur pencapaian rata-rata sebuah negara dalam 3 dimensi dasar pembangunan manusia.

“Unsur dasar pembangunan manusia yang pertama adalah Usia harapan hidup. Usia harapan hidup menggambarkan usia maksimum yang diharapkan oleh seseorang untuk bertahan hidup. Pembangunan terhadap manusia harus lebih mengarahkan upaya agar penduduk dapat mencapai pada usia harapan hidup yang panjang,” katanya.

Kemudian mengenai indikator dari harapan hidup diantaranya angka kematian bayi, penduduk yang diperkirakan tidak mencapai umur 40 tahun, persentase penduduk dengan keluhan kesehatan, persentase penduduk yang sakit, rata-rata lamanya penduduk sakit, persentase penduduk mengobati sendiri penyakitnya, persentase kelahiran yang ditolong oleh tenaga medis, persentase balita yang kurang gizi.

“Persentase rumah tangga yang memiliki akses ke sumber air minum bersih, persentase rumahtangga yang menghuni rumahnya berlantai tanah, persentase penduduk tanpa adanya akses terhadap fasilitas kesehatan, dan persentase rumah tangga tanpa adanya akses terhadap sanitasi,” urainya.

Berikutnya adalah pengetahuan, pengetahun atau tingkat pendidikan juga diakui sebagai unsur yang mendasar dari pembangunan manusia. Indikator Pendidikan antara lain angka melek huruf, rata-rata lamanya bersekolah, angka partisipasi sekolah (APS), angka putus sekolah (Drop Out) dan lain sebagainya.

Kemudian standar hidup layak merupakan indicator yang dilihat dari daya beli meliputi jumlah penduduk yang bekerja, jumlah pengangguran terbuka, jumlah dan persentase penduduk miskin dan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) riil per kapita. 

«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post