May 25, 2018
ROKAN HULU, PASIR PANGARAIAN - Sekira 20-an massa dari Masyarakat Peduli Rokan Hulu (MPR) demo Kantor Bupati Rohul dan Kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Rohul, Kamis siang (24/5/2018)‎.

Aksi damai diawali di Kantor Bupati Rohul dijaga puluhan personel Polres Rohul dan Satpol PP Rohul. Orator aksi‎ Wikki Yuliandra, juga Koordinator Lapangan (Korlap) aksi menyampaikan 7 poin pernyataan sikap.

Pertama, MPR mengimbau Bupati Rohul H. Sukiman tidak terlibat dalam lalu lintas lelang proyek di Rohul dan bersikap netral. Kedua, meminta Bupati mengevaluasi Pejabat Sekretaris Daerah (Sekda) Rohul sebelum didefenitifkan.

Ketiga, meminta Bupati agar cepat merealisasikan janji-janji politik sesuai dengan visi misi "Membangun Desa Menata Kota" yang sampai hari ini belum maksimal, atau terealisasikan dengan baik.

Ke empat, MPR minta Bupati Sukiman ikut mendukung penegakan hukum di Rohul, terutama kasus korupsi. Ke lima, MPR minta Pemkab Rohul menciptakan lapangan kerja yang layak bagi masyarakat Rohul.

Ke enam, tingkatkan mutu pelayanan kesehatan dan pelayanan publik lainnya di Kabupaten Rohul, dan ke tujuh meminta Bupati Rohul prioritaskan putera daerah.

"Kami bukan benci dengan pejabat, tapi kami ingin Rokan Hulu ini dipimpin orang-orang yang bersih, dan peduli dengan kesejahteraan rakyat. Ini semua untuk rakyat Rokan Hulu‎," lantang Wikki dalam orasinya.

‎Pada aksi di Kantor Bupati, massa MPR diterima Asisten III Bidang Administrasi Setdakab Rohul H. Helfiskar SH, MH, Kabag Hukum Setdakab Rohul Edi Suherman‎, Kepala Satpol PP Rohul Andianto SH, dan Plt Kabag Umum Setdakab Rohul merangkap Kabag Protokoler dan Perlengkapan Setdakab Rohul Soni Efrinal.

Pernyataan sikap yang telah ditandatangani Korlap aksi selanjutnya diserahkan ke Kabag Hukum Setdakab Rohul untuk diserahkan kepada Bupati Rohul Sukiman.‎

Sebelum meninggalkan kantor Bupati, melanjutkan aksi di Kantor Kejari Rohul, massa MPR meminta Bupati Rohul Sukiman untuk segera merealisasikan janji-janji politiknya dan tidak berpihak terhadap praktik korupsi.(dow)

May 25, 2018
KAMPAR, BANGKINANG - Panitia Pemilihan Umum (Panwaslu) Kecamatan se-Kabupaten Kampar sejak tanggal 21 Mei 2018 telah resmi membuka pendaftaran calon anggota Pengawas Tempat Pemungutan Suara (PTPS) pada Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Riau tahun 2018. 

Demikian Disampaikan Ketua Panitia Pengawas Pemilihan Umum (Panwaslu) Kabupaten Kampar Marhaliman melalui Amin Hidayat di Sekretariat Panwaslu Kabupaten Kampar, Jalan Letnan M Boyak, No 20, Kelurahan Langgini, Kecamatan Bangkinang Kota, Kabupaten Kampar, Rabu (23/5/2018). 

"Bagi masyarakat yang ingin mendaftar menjadi Pengawas TPS silahkan langsung datang ke Sekretariat Panwaslu Kecamatan Se-Kabupaten Kampar," ujar Amin yang juga Koordinator Divisi Organisasi dan Sumber Daya Manusia (SDM). 

Dijelaskan Amin, bahwa pembentukan Pengawas TPS ini telah disampaikan kepada seluruh Panwaslu Kecamatan se-Kabupaten Kampar dan untuk pengumuman telah ditempel di tempat-tempat strategis seperti kantor kepala desa, Puskesmas, kantor KUA, kantor camat dan lain - lain. 

Sementara itu, dari Pantauan di Sekretariat Panwaslu Kecamatan Bangkinang, sudah banyak warga yang mengambil berkas persyaratan, namun sampai hari ini belum ada yang mengembalikan formulir.(rls)
May 25, 2018
PEKANBARU, BUKIT RAYA - Memasuki satu pekan bulan suci Ramadan, setidaknya 28 gugatan perceraian telah masuk ke Pengadilan Agama Pekanbaru.

Hal ini disampaikan oleh Ketua Pengadilan Agama Kota Pekanbaru melalui petugas informasi, yang dalam hal ini diwakili oleh Panitera Muda Hukum Pengadilan Agama Kota Pekanbaru Fakhriadi, Kamis 24 Mei 2018.

Kepada Wartawan, Fakhriadi menjelaskan 28 gugatan ini terdiri atas tiga jenis. Yakni cerai gugat dan cerai talak, dan harta bersama.

Lanjut Fakhriadi, selama Ramadan ini perempuan lebih mendominasi dibandingkan laki-laki dalam hal mengajukan gugatan perceraian.

"Lebih perempuan yang dominan mengajukan gugatan," tuturnya.

Fakhriadi menambahkan, faktor ekonomi menjadi faktor paling dominan yang masuk dalam surat gugatan perceraian dibandingkan faktor-faktor lainnya. Salah satunya faktor orang ketiga.

"Terbanyak alasannya faktor ekonomi," jelasnya.

Untuk itu, guna menekan tingginya angka perceraian di Pekanbaru khususnya selama Ramadan ini, Fakhriadi berharap pemerintah daerah ikut aktif melakukan sosialisasi kepada masyarakat.

"Ya saya berharap agar pemerintah daerah bisa memberikan penyuluhan hukum kepada masyarakat," pungkasnya.(dow)

May 25, 2018
RIAU, PEKANBARU - Hingga H-1 ditutupnya pendaftaran calon Rektor Universitas Riau (UR) periode 2018/2012, baru tiga bakal calon yang telah mendaftar dan mengantarkan berkas ke panitia pemilihan.

"Ya hingga sore ini, kita baru menerima tiga bakal calon rektor yang sudah mendaftar dan mengantarkan berkas pendaftarannya," ujar Ketua Panitia Pemilihan Rektor UR Dr Iwantono MPhil, Kamis 24 Mei 2018.

Kepada Wartawan, pria yang juga menjabat sebagai Wakil Dekan FMIPA UR ini menjelaskan tiga bakal calon tersebut diantaranya, Dr Ir Deni Efizon MSc, Dr Syafrial MPd dan Prof Dr Ir Aras Mulyadi DEA.

Iwantono menerangkan, pendaftaran dan pengantaran dokumen berkas bakal calon Rektor UR akan dibuka hingga Jumat besok 25 Mei 2018.

"Besok terakhir pukul 15.00 WIB, sesuai dengan jam kerja. Bagi yang ingin mendaftar silahkan datang langsung ke ruang panitia pemilihan Rektor UR yang terletak di lantai dasar Gedung Rektorat UR," tuturnya.

Iwan menambahkan, sesuai dengan instruksi kementrian riset, tekhnologi dan pendidikan, diharuskan ada empat bakal calon yang akan bertarung dalam pemilihan rektor.

"Ya masih kurang satu. Untuk itu panitia masih akan menunggu pendaftaran hingga besok. Namun jika tidak juga ada yang mendaftar, akan diperpanjang hingga tanggal 31 Mei 2018," pungkasnya.(dow)
May 25, 2018
PEKANBARU, TAMPAN - Kepala Satpol PP Pekanbaru, Agus Pramono mengklaim bahwa pihaknya tidak menemukan tempat hiburan yang buka selama Ramadhan.

"Tutup kok. Saya belum ketemu ada tempat hiburan yang buka, tutup semua," kata Agus, Kamis 24 Mei 2018.

Kepala Satpol PP Pekanbaru, Agus Pramono
Agus mengatakan bahwa pihaknya sudah melakukan penyisiran di tempat-tempat hiburan di Pekanbaru, dan semuanya tutup. Penyisiran ini, kata Agus, mulai dari Jalan Riau, Jalan Sudirman hingga Jalan Hang Tuah dan Jalan Harapan Raya, semuanya tutup.

"Waktu saya razia, secara umum tutup. Apakah mereka tahu saya razia, ya gak papa juga. Kan perintahnya memang tutup," ujar dia.

Agus juga meminta masyarakat jika melihat masih ada tempat hiburan malam yang tutup agar melaporkannya ke Satpol PP Pekanbaru. Pihaknya, kata Agus, akan segera merespon laporan masyarakat tersebut.

"Jadi, kalau masyarakat masih menemukan ada tempat hiburan yang tutup, ya laporkan. Dimana lokasinya, akan kita respon," janjinya.

Sementara itu, untuk sanksi tempat hiburan malam yang masih membandel untuk buka selama Ramadhan, Agus mengatakan tahap awal akan diberi peringatan terlebih dahulu. Jika masih membandel, maka akan langsung diproses di perizinannya.

"Kita ini kan memakai hukum. Jadi ada surat peringatan dulu sebelum diproses," tutupnya.(dow)

source : www.beritapekanbaru.com


Video Channel

Komunitas