Budayawan Riau Tennas Effendy Wafat

Tennas Effendy
PORTALBERITARIAU, PEKANBARU - Kabar duka menyelimuti Riau. Satu putra terbaik Riau, H Tennas Efendy, Sabtu (28/2/2015) dini hari sekitar pukul 00.26 wib menghembuskan nafas terakhirnya. Budayawan ini meninggal di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Arifin Achmad Pekanbaru.

Seperti yang diberitakan sebelumnya H Tenas Effeny sempat menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Putera Medical Center Melaka. Sebelum akhirnya keluarga dan dokter yang merawat budayawan Riau, Tennas Effendy sepakat untuk membawa kembali ke tanah air. Pertimbangan Tennas dibawa kembali ke Riau karena kondisinya semakin memburuk.

"Kesehatan Pak Tenas Effendy memburuk. Dokter yang merawat beliau di Putera Medical Center Melaka sudah bermusyawarah dengan keluarga. Keluarga sepakat untuk membawa beliau balik ke Pekanbaru," ujar Kepala Biro Humas Setdaprov Riau, Yoserizal kepada Tribun, Kamis (26/2/2015) lalu.

Sumber : Tribunpekanbaru.com

Bupati Pelalawan Jenguk Budayawan Tennas Efendy

Bupati Pelalawan, HM Harris
PORTALBERITARIAU, PEKANBARU - Mendengar kabar kepulangan budayawan Riau Tennas Effendy ke tanah air  setelah menjalani perawatan intensif selama beberapa hari di Rumah Sakit Putera Medical Center, Melaka, Bupati Pelalawan  HM Harris, langsung menjenguk  di RSUD Arifin Ahmad Pekanbaru, Jumat (27/2).

HM Harris mengajak seluruh masyarakat agar memberikan doa untuk Tennas Effendy agar kembali sehat dan bisa memberikan nasihat kepada pemerintah maupun masyarakat untuk terus berpegang pada kebudayaan Melayu dalam kehidupan sehari-hari.

 "Kita akan menggelar doa bersama, demi kesembuhan beliau. Beliau adalah putra daerah Pelalawan, dan sangat dihormati baik di daerah sendiri maupun di negeri tetangga," ujar Harris kepada wartawan.

Sumber : Riaupos.co

Berkebun Sawit Semakin Diminati Warga Kuansing

 
PORTALBERITARIAU, TELUK KUANTAN - Saat ini, masyarakat Kabupaten Kuantan Singingi semakin meminati perkebunan kelapa sawit. Bahkan masyarakat rela mengorbankan area kebun karetnya untuk ditanami sawit.

"Sawit yang harus ditanam, karena harganya stabil. Apalagi sekarang harga karet semakin jauh di bawah," kata Syafri, salah seorang petani karet di Pangean, yang beralih ke kebun sawit, Jumat (27/2/2015).

Kendati sawit perlu mendapatkan perawatan khusus, namun komoditi sawit baginya sangat menjanjikan secara ekonomis. "Palingan tiga tahun sudah bisa kita panen," katanya.

Beda dengan karet, katanya, baru bisa dipanen kalau sudah mencapai umur 7 tahun. "Merawatnya butuh waktu yang sangat lama, sehingga tidak heran kalau kita banyak kebun karet ditumbang warga hanya untuk tanam sawit," katanya.

Menanggapi itu, Kepala Dinas Perkebunan Kuansing, H Wariman DW SP MSi menyadari adanya perubahan mindset dari para petani soal karet dan sawit tersebut.

"Dan memang sawit bisa cepat dinikmati oleh masyarakat bila dibandingkan karet, tapi secara ekologi, karet jauh lebih bagus dari sawit," ujar pria yang baru saja mendapat gelar magister ini.

Sumber : H4lloriau.com

Karang Taruna Gelar Doa Bersama untuk Kesehatan Tenas Efendy

Ketua Karang Taruna Kota Pekanbaru, Yati Hartati M.Si.
PORTALBERITARIAU, PEKANBARU - Sebagai bentuk simpati dan keprihatinan terhadap terganggunya kesehatan Budayawan Riau yakni Dr.H. Teh. Tenas Efendy, Karang Taruna Kota Pekanbaru dan Masyarakat Kota Pekanbaru akan mengadakan doa bersama di Mesjid Ar Rahman Pekanbaru, Pukul 18.00 WIB sore nanti, Jumat (27/2/2105).

Acara Doa Bersama ini juga didukung oleh Pemko Pekanbaru dan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Pekanbaru.

"Kita ikut merasa sedih dan prihatin atas kondisi kesehatan orang tua kami yakni Tenas Effendy, mudah-mudahan dengan berdoa bersama nanti beliau diberi kesembuhan dan kekuatan," ungkap Ketua Karang Taruna Pekanbaru, Yati Hartati M.Si, Jumat (27/2/2015).

Untuk itu Yati menjemput para tuan dan puan agar hadir dalam Doa Bersama nanti sore pukul 18.00 WIB. Warga bersama-sama diajak mendoakan Tenas Efendy agar diberi kesehatan dan kesembuhan dari sakitnya.

"Kita akan melaksanakan Salat Magrib berjamaah dan doa bersama untuk kesembuham orang tua kita itu. Kita berharap dan senantiasa berdoa kepada Allah yang Maha Esa, doa pula-lah salah satu cara yang mampu kita lakukan untuk beliau, semoga belia sehat kembali," harap Yati.

Sumber : H4lloriau.com

Dikira Tidur, Lelaki Tua Tanpa Baju Ditemukan Jadi Mayat

Ilustrasi
PORTALBERITARIAU, SELATPANJANG - Warga Jalan Bakti Kelurahan Selatpanjang Timur dihebohkan dengan penemuan mayat lelaki tua tanpa baju di Gang Swadaya. Mayat lelaki yang ditemukan sudah tak bernyawa di rumahnya ini, awalnya ditemukan oleh Sriwahyuningsih alias Ayu (15) sekitar Pukul 2:30 Wib, Kamis (26/2/2015) sore.

Saksi mata  itu mengatakan, bahwa mayat lelaki tua itu ditemukan di dalam kamar, sebuah rumah tua yang terbuat dari kayu, yang berukuran 5 x 5 ketika akan pulang dari kedai. Awalnya Ayu mengira korban tersebut hanya tertidur, namun pada pukul 18:00 wib ketika Ayu akan melewati depan rumahnya lagi, dia mendapati korban masih tertidur.

Merasa curiga, Ayu kemudian melaporkan kejadian ini kepada orang tuanya, setelah dicek ternyata sang korban sudah tidak bernafas lagi. Dan memanggil warga setempat untuk dilakukan penangganan lebih lanjut.

Pada saat korban ditemukan, posisi mayat dalam keadaan terbaring miring ke kiri di lantai kamar tanpa baju dan hanya memakai celana pendek warna putih. Setelah dilakukan pemeriksaan dan pengolahan TKP oleh Unit Identifikasi hingga malam hari, diketahui mayat ini bernama Hwa Fat, warga Tionghoa yang lahir pada 9 Maret 1945 silam.

Dari keterangan warga setempat, bahwa korban selama ini hanya tinggal sendiri dirumah tersebut tanpa istri atau keluarga. Setelah dilakukan oleh TKP mayat kemudian langsung dibawa ke RSUD untuk dilakukan visum.

"Demikian dapat kami sampaikan untuk sementara penyebab kematian korban belum diketahui dan masih menunggu hasil visum dari Dokter RSUD Meranti. Namun dugaan sementara korban meninggal karena sakit, karena tidak ditemukan tanda tanda kekerasan pada tubuh korban," ungkap Antoni.

Warga setempat juga mengatakan bahwa beberapa tahun silam di tempat yang sama juga terjadi kasus yang sama yakni kakak korban yang tinggal bersama juga meninggal dalam keadaaan tertidur, namun setelah dua hari baru diketahui mayat telah membusuk.
 
 Sumber : H4lloriau.com

Pemkab Meranti-PT SDI dan PT SRL MoU


PORTALBERITARIAU, PEKANBARU - Sebagai langkah awal untuk menjalankan program bersama di bidang pembangunan tanaman kehidupan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kepulauan Meranti melakukan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dengan PT Socioprenuer Demi Indonesia (PT SDI) dan PT Sumatera Riau Lestari (SRL) di Hotel Dyan Graha, Pekanbaru, Kamis (26/2) malam. Penandatanganan nota kesepahaman ini dilakukan oleh Bupati Kepulauan Meranti H Irwan Nasir, Direktur PT SRL Jajang, dan Direktur PT SDI H Makmur SE MM Ak. Momen penting ini juga disaksikan perwakilan Camat Rangsang dan Rangsang Pesisir serta seluruh lurah.

Kepala Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kepulauan Meranti Ir Makmun Murot dalam pemaparannya mengatakan, pembangunan tanaman kehidupan ini rencananya menanam jenis kaliandra merah di wilayah konsesi PT SRL.

 “Pada saat ini PT SDI membawa program yang sangat menarik dalam rangka mendukung pasokan listrik masyarakat di Pulau Rangsang. Harapan kami, kegiatan ini dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan penyediaan listrik di Kepulauan Meranti,” paparnya.

Direktur PT SRL, Jajang menyebutkan sebagai pelaku usaha di bidang Hutan Tanaman Industri (HTI), pihaknya merasa mengemban amanah pemerintah pusat dan daerah untuk mengelola HTI dan menyisihkan lahan untuk tanaman kehidupan seluas 900 hektare.

“Atas prakarsa dan pemikiran bersama, disepakati untuk menanam tanaman jenis kaliandra merah yang dapat dimanfaatkan untuk industri listrik. Kami sangat mendukung program ini karena manfaatnya langsung bisa dirasakan oleh masyarakat,” jelasnya.

Direktur PT SDI, Makmur Kasim mengatakan, pihaknya berterima kasih kepada Pemkab Kepulauan Meranti yang telah merespon baik kegiatan ini dengan menyediakan lahan bersama PT SLR.  “Untuk tahap awal ini akan ditanam di Kepulaun Rangsang, dan dua produk utama yang akan diproduksi dari hasil tanaman kaliandra merah ini adalah pelet dan bahan bakar pembangkit listrik,” tuturnya.

Bupati  Irwan Nasir menilai kegiatan pembangunan tanaman kehidupan ini sangat bermanfaat bagi  masyarakat Ke pulauan Meranti.

“Dari data yang kami miliki sekitar 60 persen masyarakat di Pulau Rangsang belum bisa menikmati pasokan listrik. Dalam hal ini pemerintah sudah berusaha, namun belum bisa terwujud karena keterbatasan anggaran,” jelasnya.

Sumber : Riaupos.co

Kejati Riau Sebut Tersangka Pedamaran I dan II Rohil Segera Bertambah

PORTALBERITARIAU, PEKANBARU - Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Riau, Setia Untung Arimuladi SH MH menyatakan, bakal ada tersangka baru dalam kasus dugaan korupsi pembangunan Jembatan Pedamaran I dan Pedamaran II, Kabupaten Rokan Hilir (Rohil).

Pihaknya kini tengah mengindentifikasi calon tersangka baru itu. Hal itu merupakan hasil dari menghimpun keterangan yang telah diperiksa penyidik Kejati Riau dalam dua bulan terakhir.

 "Tersangka baru atas kasus Pedamaran I dan II akan bertambah. Tunggu saja, akan ada itu," kata Untung, di Kejati Riau.

Proses pemeriksaan kasus ini masih terus berjalan. Penetapan Ibul Kasri sebagai tersangka yang diselalu disertai kalimat dan kawan-kawan sengaja dilakukan. Karena, kebijakan tersebut dilakukan guna memenjerat tersangka berikutnya.

"Menentukan seseorang menjadi tersangka itu minimal punya dua alat bukti kuat," jelasnya.

Namun begitu, Kajati Riau ini membantah jika proses penanganan perkara Pedamaran jalan di tempat. Selama ini pihaknya terus melakukan pemeriksaan terhadap seluruh saksi-saksi.

Sebelumnya, mantan Sekda Rohil, Wan Amir diperiksa oleh penyidik. Dia diduga dimintai keterangan terkait proses perencanaan pembangunan kedua jembatan tersebut. Dalam prosesnya, penyidik juga telah meminta keterangan konsultan perencana pembangunan kedua jembatan itu.

Sumber : Goriau.com


Powered by Blogger.