August 14, 2018
PELALAWAN, PANGKALAN KERINCI - Kalangan anggota DPRD Pelalawan tampaknya, kecewa dengan pekerjaan rehab gedung kantor DPRD yang dilakukan oleh pihak pemborong. Pasalnya, rehab gedung rakyat tersebut miskin informasi. 

Kekecewaan tersebut dilontarkan oleh ketua Fraksi PAN, Nazzarudin Arnazh dan ketua Fraksi Golkar DPRD Pelalawan, Baharudin kepadaWartawan, Senin (13/8/18). 

Menurut dua anggota DPRD Pelalawan berbeda komisi ini, pembangunan rehab kantor DPRD tersebut terkesan tertutup. "Kita menginginkan, supaya pembangunan kantor berupa rehab yang dilakukan pemborong transparan dan diketahui oleh publik," tegasnya. 

Dengan adanya papan nama proyek ini kata mereka, setidaknya rehab kantor yang konon menelan biaya diatas Rp3 milar bisa diketahui. "Berapa pagunya, siapa pemborongnya dan lama pengerjaan dapat kita ketahui dengan adanya papan nama proyek," tukasnya. 

Pantauan di lapangan, pihak pemborong sudah mulai melakukan pekerjaan rehab kantor DPRD. Pekerjaan tersebut ditandai adanya, beberapa orang tukang mulai melakukan aktivitas. Diberitakan sebelumnya, tahun ini kantor DPRD Pelalawan dilakukan rehab. Setidaknya, untuk merehab gedung milik rakyat ini bakal menyedot anggaran Rp3,5 miliar. 

Hal itu tertuang dihalaman LPSE unit pengadaan lelang barang dan jasa sistem elektronik pemda Pelalawan sumber anggaran tersebut berasal dari dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PU-PR). 

Dihalalan LPSE tersebut, selaku rekanan pemborong, proyek dimenangkan oleh PT Kemuning Yona Pratama sebuah perusahaan kontraktor yang beralamatkan di Pekanbaru yakni di Jalan Kaharudin Nasution, komplek UR blok B nomor 34. 

Sekretaris DPRD Pelalawan Ir. Mukhtarudin menuturkan 'stak holder' untuk rehab kantor dewan ini berasal dari dinas PU-PR. "Iya betul, pekerjaan rehab kantor dewan ini orang PU-PR yang ngerjakannya," terang Mukhtarudin, beberapa waktu lalu. 

Sebelum pihak pemborong memulai melakukan pengerjaan rehab pihaknya mengosongkan beberapa ruang, terutama yang berada dilantai tiga. "Bahkan lobi kantor DPRD kita sulap dan dimodifikasi menjadi sebuah ruangan rapat," tandasnya, singkat.(dow)

source : beritapelalawan
August 14, 2018
PEKANBARU, BUKIT RAYA - Sesosok jenazah laki-laki mendadak bikin geger warga di sekitar Jalan Melati, Kelurahan Sidomulyo Timur, Kecamatan Marpoyan Damai, Senin (13/08/18) pagi. Jasad yang diketahui bernama Wahyu Ihdia (36) tersebut ditemukan sudah tak bernyawa dalam posisi telungkup di kamar messnya di TKP. 

Menurut Kapolsek Bukit Raya, Kompol Pribadi, korban sendiri merupakan guru di Indonesian Creative School (ICS) Pekanbaru. Hal itu diketahui dari keterangan saksi mata sekaligus rekan korban sesama tenaga pengajar di ICS, Deni Septviano (40) yang pertama kali menemukan korban tewas. 

"Saksi (Deni) awalnya ngecek ke kamar mess korban karena sejak pagi korban tidak ikut briefing di kantornya. Begitu dicek, di kamar mess tersebut tercium bau busuk dan saksi melihat korban sudah dalam posisi telungkup meninggal dunia," ujarnya kepada Wartawan. 

Guna memastikan penyebab kematiannya, sambung Pribadi, jasad korban pun langsung dibawa ke RS Bhayangkara Polda Riau untuk divisum maupun diotopsi. Dari hasil olah TKP, korban diperkirakan sudah tewas lebih dari satu hari karena sudah mengeluarkan aroma tak sedap.

"Kita belum tau (penyebab kematian korban). Kita masih menunggu hasil pemeriksaan dari rumah sakit," singkatnya.(dow)

source : beritapekanbaru
August 14, 2018
RIAU, PEKANBARU - Kapolri Jenderal M Tito Karnavian melalui surat telegramnya bernomor ST /2015/VIII/KEP/2018, Senin (13/08/18) mengangkat serta memutasikan beberapa pejabat Polri di beberapa daerah. Tak terkecuali Kapolda Riau Irjen Pol Nandang yang juga turut dimutasikan di jabatan baru sebagai Pati Baintelkam Polri (Penugasan PD BIN). 

"Iya kabarnya, tapi kita masih menunggu Telegram Rahasia (TR) resminya," ujar Kabid Humas Polda Riau, Kombes Pol Sunarto saat dikonfirmasi Wartawan, Senin (13/08/18). 

Irjen Pol Nandang sendiri menjabat sebagai Kepala Kepolisian Daerah Riau sejak 25 Agustus 2017 lalu. Dimana ia sebelumnya bertugas sebagai Kapolda Sulbar yang saat itu digantikan oleh Brigjen Pol Baharudin Djafar. 

Sementara di Riau, Irjen Pol Nandang menggantikan Kapolda Riau sebelumnya yakni Irjen Pol Zulkarnain yang dipindahkan ke kampung halamannya sebagai Kapolda Sumatera Selatan. 

Untuk jabatan Kapolda Riau dalam ST Kapolri tersebut, Irjen Pol Nandang akan digantikan oleh Brigjen Pol Widodo Eko Prihastopo yang merupakan Wakapolda Jawa Timur.(dow)

source : beritapekanbaru
August 14, 2018
RIAU, PEKANBARU - Bersampena peringatan hari gajah se-Dunia, Humas World Wide Life Fund (WWF) Program Riau, Syamsidar Senin (13/8/18) mengatakan habitat gajah (elephas maximus sumatrae) di Riau semakin terancam akibat maraknya pembukaan lahan secara besar-besaran.

Hingga saat ini, tambah Syamsidar, konflik gajah dan manusia masih terjadi di Riau. Diperkirakan habitat gajah di Riau kini tersisa antara 300 hingga 330 ekor. 

"Hasil analisis kawan-kawan, populasi gajah di Riau semakin menurun. Hasil pengamatan dari lapangan, sudah menurun tajam, seperti di kawasan Teasonilo. Konflik cukup tinggi dan sangat signifikan memengaruhi populasi gajah,” kata Sammy.

"Jumlah gajah di Tesso Nilo hanya sekitar 147 ekor saja. Jumlah itu berdasarkan analisis DNA kerjasama Wwf, Balai Taman Nasional Tesso Nilo dan Lembaga Eijkman," terangnya.

Menurut Sammy, terjadi penurunan jumlah kematian gajah yang diakibatkan konflik demgan manusia di kurun waktu 2014-2016. Tahun 2014, jumlah gajah mati sebanyak 24 ekor. Tahun 2015 menurun hanya sebanyak 10 ekor. Tahun 2016 kembali turun hanya 4 ekor saja gajah yang mati.

"Turunnya jumlah kematian gajah sumatera selain  kampanye penyelamatan gajah yang terus dilakukan berbagai stakeholder juga sosialisasi pengusiran gajah yang masuk ke kawasan perumahan oleh teman teman WWF kepada masyarakat," terangnya.(dow)

source : beritariau
August 14, 2018
INDRAGIRI HILIR, TANAH MERAH - Kepala Dinas Pariwisata Dan Ekonomi Kreatif (Disparekraf) Provinsi Riau, Fahmizal Usman turut hadir menyaksikan Festival Menongkah Tahun 2018 di Pantai Bidari, Kuala Enok, Kecamatan Tanah Merah, Senin (13/8/2018) siang.

Fahmizal menilai event masyarakat Suku Duanu (Suku laut) yang dikukuhkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) Pertama di Kabupaten Inhil oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Republik Indonesia ini, telah menjadi destinasi wisata yang menarik.

Menurutnya, Hal ini bisa dilihat dari antusias masyarakat berbondong - bondong untuk menyaksikan khazanah daerah kawasan pesisir Kabupaten Inhil yang telah diselenggarakan selama 11 tahun berturut - turut ini.

“Festival Menongkah memiliki diferensiasi (Perbedaan) yang tinggi, sebab tidak dilaksanakan di daerah lainnya di Provinsi Riau,” imbuh Fahmizal.(dow)

source : beritainhil



Video Channel

Komunitas