April 23, 2018
INDRAGIRI HULU, RENGAT - Seorang dukun beranak di Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) ditangkap jajaran Polres Inhu, setelah diketahui melakukan praktik aborsi. Dalam penangkapan tersebut, selain sang dukun seorang pelaku aborsi juga ikut diamankan. 

Ditangkapnya seorang terduga dukun aborsi, bernama Maita alias Ita (50) di Dusun Sungai Beringin, Kecamatan Rengat, Kabupaten Inhu dan seorang pelaku aborsi bernama Dn (23), warga Desa Mumpa, Kecamatan Indragiri Hilir (Inhil). Disampaikan Kasat Reskrim Polres Inhu, AKP Febriandi kepada Wartawan melalui selulernya, Ahad (22/4/18). 

"Penggerebekan terhadap terduga dukun aborsi tersebut dilakukan pada Kamis (19/4/18) lalu sekira pukul 01.20 Wib, setelah mendapat Informasi dari masyarat jika di rumah saudari Maita yang berada di Desa Sungai Beringin ada seorang perempuan menginap di sana dan tak keluar keluar dari rumah," ujarnya. 

Saat tim Polres Inhu yang dipimpin Kanit Jatanras, Ipda. Aditya melakukan penggrebekan di rumah tersebut, menemukan Dina yang merupakan pelaku aborsi sedang terbaring lemah di dalam salah satu kamar. 

"Di dalam kamar tersebut Polisi juga menemukan sejumlah peralatan yang digunakan pelaku untuk melakukan praktik aborsi, seperti pembalut besar, kain kasa, alat suntik, cairan alkohol 70%, obat pelancar haid dan sarung tangan karet serta perlengkapan medis lainya," ungkapnya. 

Dari hasil interogasi yang dilakukan di Polres Inhu, terungkap bahwa Maita sudah melakukan praktek aborsi semenjak tahun 2017 lalu, dan jumlah korbannya sebanyak lima orang. Dina adalah salah satu pasiennya yang nekat menggugurkan kandungannya yang masih berumur tiga bulan. Untuk praktek aborsi itu, Dina membayar Meita sebesar Rp1 juta. Dimana Rp 500 ribu dibayarkan saat datang, dan sisanya dibayarkan saat menginap. 

"Hasil interogasi kita, tersangka Meita mengakui melakukan aborsi semenjak tahun 2017 lalu," tegasnya. 

Guna pengembangan dan penyelidikan lebih lanjut, Meita dibawa ke Polres Inhu. Sementara Dina dilarikan ke rumah sakit Kasih Ibu Rengat untuk mendapatkan pertolongan medis dan melakukan pemeriksaan kondisi kandungan yang belum tuntas dilakukan aborsi, akibat keburu tertangkap polisi.(dow)

April 23, 2018
PEKANBARU, BUKIT RAYA - Bagi anda yang sedang mencari pekerjaan, kini Marumage Udon Pekanbaru yang merupakan restoran makanan khas Jepang sedang membutuhkan tenaga kerja sebagai,

Crew:

Usia 18-22 tahun
Pendidikan SMA/SMK sederjat
Management:

Usia 25-35 tahun
Pendidikan SMA/SMK/D3/S1
Pengalaman 3 tahun di level management bidang f&b
Untuk persyaratan umum:

Berpenampilan menarik
Jujur, disiplin
Proaktif dan loyal
Bersedia bekerja dalam shift dan ditempatkan dimana saja sesuai kebutuhan perusahaan
Tinggi badan pria min 165 cm
Tinggi badan wanita min 155 cm
Nah, bagi anda yang berminat, segera antarkan lamaran anda ke Marumage Udon  Pekanbaru di Jalan Jend. Sudirman no.125, Simpang Harapan Raya, dengan melampirkan:

Surat lamaran
CV
Fotocopy ijazah
Fotocopy KTP
Fotocopy transkrip nilai
Pas foto
dan berkas pendukung lainnya.
Informasi lowongan terbaru selanjutnya bisa anda ikuti disini yang selalu memberikan update informasi lowongan kerja setiap harinya.(gun)
April 22, 2018
RIAU, PEKANBARU - Plt Gubri Wan Thamrin Hasyim memaknai Hari Kartini yang jatuh pada Sabtu, 21 Apr 2018, sebagai ajang untuk mengingat kembali seberapa besar ruang ekspresi sudah diberikan kepada kaum wanita.

Plt Gubri Wan Thamrin Hasyim
Hal ini dia sampaikan kepada wartawan saat ditemui di kantor Gubernur Riau, Jalan Jendral Sudirman, Pekanbaru, Jumat kemarin. Menurutnya kesetaraan wanita di semua sektor betul-betul harus diberikan ruang, agar mereka bisa mengekspresikan diri.

"Kesetaraan wanita di semua sektor, itu yang paling penting menurut saya. Jadi kalau memang pada momentum Hari Kartini ini mau dijadikan waktu untuk evaluasi, lebih bagus. Silahkan," katanya.

Wan Thamrin Hasyim melihat memang sejauh ini hasil itu belum tercapai maksimal. Namun demikian sudah mengarah pada kesetaraan antara wanita dan pria. Ini dimaksudkan dalan konteks pekerjaan dan berwirausaha.

Di era digitalisasi seperti ini, misalnya, menurut Wan Thamrin, wanita juga tidak bisa diremehkan, lantaran sudah banyak yang melek teknologi. Hal demikian sudah mengarah pada mengekspresikan diri yang dia maksud. Bahwa dalam bidang apapun tak ada ada pembatasan.

"Kesempatan itu kan tetap diberikan sama. Tinggal bagaimana ini bisa dimaksimalkan. Yang perlu didorong itu bagaimana mereka bebas menentukan bidang sesuai dengan keinginannya," sambung Wan Thamrin Hasyim.(dow)
April 22, 2018
BENGKALIS, DURI - Bupati Bengkalis Amril Mukminin, SE, MM memastikan bahwa untuk Anggaran Belanja dan Pendapatan Daerah (APBD) Kabupaten Bengkalis Tahun Anggaran (TA) 2018 ini akan dirasionalisasi. Jumlah rasionalisasi diperkirakan cukup fantastis, mencapai Rp1,35 triliun atau 40% dari total APBD TA 2018 yang disahkan sebesar Rp3,632 triliun. 

Amril juga sudah menginstruksikan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD), agar menghitung ulang jumlah anggaran di Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk menentukan berapa jumlah yang akan dirasionalisasikan. 

“Memang sudah ada rencana untuk realisasi itu, kita sudah melaksanakan rapat staf dan saya sudah instruksikan TAPD supaya menghitung ulang anggaran di OPD, berapa jumlah yang akan dirasionalisasikan nanti,” ujar Amril Mukminin kepada sejumlah wartawan di Bengkalis, Jum’at (20/4/18) siang. 

Menurut Amril, rasionalisasi ini dilakukan karena adanya dampak defisit anggaran, mau tidak mau harus dilakukan. Sudah memasuki tahun ketiga ini APBD Kabupaten Bengkalis mengalami defisit anggaran. 

“Kalau dibiarkan akan membengkak terus dan kita harus mengambil sikap, walapun sejumlah kegiatan proyek adalah penting dan perlu tetapi hari ini kita harus memilah dan memilih mana yang harus menjadi skala prioritas untuk diutamakan. Mungkin seperti proyek-proyek pendukung akan dipending dululah disesuaikan dengan dengan anggaran kita,” paparnya. 

Sedangkan, terkait dengan kegiatan 7 paket kegiatan multiyears (MY) akan mulai dilaksanakan tahun ini. Disampaikan Amril Mukminin, akan dilaksanakan karena sudah melakukan perjanjian kerja sama atau MoU dengan DPRD Bengkalis. Kemudian, harus memenuhi persyaratan administrasinya jangan sampai terjadi persoalan hukum di kemudian hari. 

“Kita sudah janji dengan masyarakat proyek MY ini, jadi MY akan kita prioritaskan. Insyaa Alloh tetap kita laksanakan sesuai dengan aturan yang ada, karena ini proyek besar jadi segala syaratnya harus dipenuhi terlebih dahulu. Sedangkan untuk reguler memang kita kaji, kalau memang tidak bisa dilaksanakan, maka akan dirasionalisasi,” terangnya. 

Ditambahkan Amril, besaran anggaran rasionalisasi seluruh OPD ditargetkan tuntas awal Mei 2018 mendatang dan diperkirakan rata-rata mencapai 38%. Dengan memperhatikan urusan wajib, persentase beberapa OPD yang tidak bertentangan dengan perundang-undangan seperti untuk Pendidikan, Desa setelah dihitung berapa jumlah sebenarnya total APBD yang dirasionalisasi. 

Informasi tambahan, langkah melakukan rasionalisasi menyusul terbitnya Peraturan Menteri Keuangan No 112/PMK.07/2017, secara persentase, Dana Bagi Hasil (DBH) TA 2018 ini “dipastikan” diterima Kabupaten Bengkalis hanya 70%. 

Yaitu, masing-masing 20% untuk triwulan I dan triwulan II, serta paling tinggi sebesar 30% untuk triwulan III. Sedangkan untuk triwulan IV sebesar selisih antara pagu dengan jumlah dana yang telah disalurkan pada triwulan I, triwulan II dan triwulan III. 

Rasionalisasi APBD Kabupaten Bengkalis TA 2018, harus dilakukan karena dalam penyusunan APBD Kabupaten Bengkalis 2018, diasumsikan DBH yang bakal diterima angka 100 persen. 

APBD Kabupaten Bengkalis 2018 disahkan melalui rapat paripurna dipimpin Ketua DPRD H. Abdul Kadir, S.Ag Rabu (29/11/17) lalu dihadiri 35 orang Anggota DPRD. 

Adapun komposisi APBD tahun 2018 terdiri dari pendapatan Rp3,572 triliun. Pendapatan bersumber dari Pendapatan Asli Daerah Rp512,048 miliar, Dana Perimbangan Rp2,656 triliun dan lain-lain pendapatan daerah yang sah Rp 403,302 miliar. 

Kemudian belanja sebesar Rp3,632 triliun dengan rincian belanja tidak langsung sebesar Rp1,436 triliun dan belanja langsung Rp2,195 triliun. APBD Kabupaten Bengkalis 2018 defisit Rp60 miliar, namun tertutupi oleh SILPA tahun anggaran sebelumnya yang diprediksi Rp60 miliar. 

Dengan positifnya rasionalisasi APBD Kabupaten Bengkalis 2018 diperkirakan mencapai Rp1,35 triliun, dan APBD yang disahkan sebelumnya Rp3,632 triliun, maka APBD TA 2018 “bersih” pasca rasionalisasi diperkirakan tinggal Rp2,282 triliun.(dow)

source : www.beritabengkalis.com
April 22, 2018
PELALAWAN, PANGKALANKERINCI - Seorang karyawan PT Makmur Andalan Sawit (MAS) yang beroperasi di desa Dusun Tua Kecamatan Pangkalan Lesung mengalami kecelakaan kerja hingga nyawanya tak tertolong.

Peristiwa naas ini terjadi Jumat kemarin (20/4/18), ketika korban dibantu beberapa korbannya, saat memperbaiki lampu pabrik.

Korban diketahui bernama Sulaiman Candra (20) warga Rantau Perapat Sumatera Utara Tersengat aliran listrik tegangan tinggi. Saat ini jenazah korban sudah di kebumikan di pemakaman umum Sorek kecamatan Pangkalan Kuras.

Manajer PT MAS Tulus Siregar ketika dikomfirmasi awak media, Sabtu (21/4/18) membenarkan telah terjadi kecelakaan kerja dipabriknya. Untuk kepentingan penyelidikan pihaknya, sudah melaporkan kejadian tersebut kepada pihak polisi. Menurutnya, korban bernama Sulaiman Candra sudah dua tahun tercatat sebagai salah satu karyawan PT MAS. 

"Yang bersangkutan sudah dua tahun, menjadi karyawan kita, ia pun tercatat sebagai karyawan dibidang listrik," tandasnya.(dow)



Video Channel

Komunitas