sponsor

sponsor

Slider

Berita Terkini

POLITIK

HUKUM

EKONOMI

SOSBUD

KESRA

PEKANBARU

Tahun 2015, Pemkab Siak Telah Raih 10 Penghargaan atas Prestasinya

BERITA SIAK, SIAK SRI INDRAPURA - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Siak sudah mengoleksi belasan prestasi dan penghargaan selama tahun 2015. Pnghargaan dan prestasi ‎yang sudah diterima itu dari berbagai kategori. 

Termasuk di dalamnya prestasi anak didik di level-level yang membanggakan. Ini dia uraiannya:
  1. Penghargaan Bina Perencanaan terbaik se-Provinsi Riau yang diberikan Gubernur Riau pada 16 April 2015 lalu di Pekanbaru.
  2. Penghargaan dalam upaya pencegahan dan penanggulangan bencana ‎kebakaran pemukiman hutan dan lahan daerah (Karhutla) yang diberikan Mendagri pada 12 Februari 2015 lalu, di Jakarta.
  3. Anugrah Pangripta Nusantara (APN) Kabupaten/Kota tahun 2015. Kabupaten Siak meraih harapan II untuk seluruh kabupaten/kota di Indonesia. Penghargaan ini diserahkan oleh Mentri Perencanaan Pembangunan atau kepala Bappenas Andrinof A. Chaniago di Hotel Bidakara Jakarta kepada Syamsuar, pada tanggal 29 April 2015 lalu. ‎Dengan demikian, Siak perencanaan pembangunan terbaik I untuk Provinsi Riau.
  4. Penghargaan kategori pembina BAZNAS daerah sangat baik dari BAZNAS pusat yang diserahkan Mentri Agama Lukman Hakim Saifudin, pada 19 Mei 2015 lalu, di Jakarta.
  5. Penghargaan Kebudayaan Nasional Kategori Pemda oleh Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan pada 19 Juni 2015 lalu.
  6. Penghargaan kebudayaan tahun 2015 kategori Pemerintah Daerah kepada Kabupaten Siak atas komitmennya dalam bidang pelestarian Budaya Melayu dan Revitalisasi Situs Purbakala. Penghargaan ini diterima Syamsuar di dari Mentri Pendidikan dan Kebudayaan Anies Baswedan, pada 22 September 2015 lalu di Jakarta.
  7. Penghargaan Kabupaten Layak Anak Kategori Pratama yang diserahkan oleh presiden RI Joko Widodo, tanggal 11 Agustus 2015 lalu di Istana Bogor.
  8. Penghargaan Gubernur Riau kepada Desa Berumbung Baru Kecamatan Dayun. Bahkan, desa ini juara I Lomba desa se -Provinsi Riau tahun 2015.
  9. Anugrah keselamatan dan kesehatan kerja (K3) pada peringatan bulan bhakti K3 dari Mentri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Hanfi Dkahiri, 10 September 2015 di Jakarta.
  10. Pengharagaan ‎opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) atas laporan keuangan pemerintan daerah (LKPD) tahun ‎2014 dari Mentri Keuangan Bambang Brodjonegoro. Penghargaan kali ke empat bagi Pemkab Siak itu diterima Jumat (2/10/2015) , di Jakarta.(dow/tbp)

Tak Puas Pembagian Proyek, Kontraktor di Siak Ini Gelar Demonstrasi

BERITA SIAK, SIAK SRI INDRAPURA - Hampir seratusan kontraktor menggelar aksi damai di bundaran kantor ‎bupati Siak, Kamis (1/10/2015). Massa ini menamakan diri sebagai Gabungan Kontraktor Daerah (GKD) Kabupaten Siak dan Masyarakat Peduli Kabupaten Siak.

Massa ini meminta keadilan pembagian proyek kepada pemerintah. Sebab, mereka merasa tidak puas dengan pembagian proyek pemerintah meskipun syarat dan pendaftaran perusahaan untuk mendapatkan proyek sudah melalui sistem Online.
Said Darma Setiawan, perwakilan kontraktor mengatakan, selama ini Pemerintah Kabupaten Siak tidak secara adil membagi proyek kepada berbagai perusahaan kontraktor. Sedangkan pihaknya merasa sebagai kontraktor lokal yang mesti dapat menikmati pembagian proyek.

"APBD dapat digunakan bersama-sama, dan tidak digunakan sewenang-wenang saja. Kondisi ril yang terjadi ada pemain-pemain selama ini," kata dia di hadapan banyak wartawan.(jim)

source : www.riaucitizen.com

Bupati Syamsuar Pinta Kewenangan CBGSK Dibagi

BERITA SIAK, SIAK SRI INDRAPURA - Bupati Siak Drs H Syamsuar MSi begitu lantang menyuarakan kawasan Cagar Biosfer Giam Siak Kecil (CBGSK). Perhatian dan kepedulian terhadap kawasan tersebut karena jadi paru-paru dunia dan kawasan hutan gambut yang dilindungi.

Namun, kenyataan sekarang bertolak belakang. Sebab di kawasan itu sudah dirambah. ‘’Harus ada pembagian kewenangan antara pusat dalam hal ini Kemenhut dan LH bersama Pemkab,’’ kata Syamsuar, di sela-sela rapat yang berlangsung di Hotel Swiss Bell, Pekanbaru Rabu (30/10).

Kawasan CBGSK ini, berada di Kabupaten Bengkalis dan Siak. Kawasan ini sudah ditetapkan lembaga PBB akan keberadaannya. Mengingat tak banyak kawasan seperti ini di belahan dunia. Kondsi sampai hari ini, kawasan tesebut telah dirambah. Dibuka lahan sebagai areal perkebunan sawit dan praktik illegal logging.

Perambahan ini, jika dilakukan terus menerus berdampak pada kerusakan lingkungan serta ancaman musibah banjir dan musibah lainnya.

"Tentu ini bisa berdampak tidak baik kepada daerah," kata dia.

Sebab itu, ia mengusulkan agar nanti keputusan pemerintah pusat dapat memprioritaskan hal ini. Sehingga dampaknya nanti tak terjadi lagi hal yang tidak diinginkan. Kepada anggota DPD RI asal Riau, agar dapat membahas masalah ini bersama kementerian terkait. CBGSK ini adaah aset dan harus dilestarikan dan dilindungi.

Sebelumnya, Plt Gubernur Riau yang diwakili Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Keuangan Joni Irawan menuturkan, rapat koordinasi sinkronisasi aspirasi daerah untuk konsolidasi anggota DPD RI dengan pemangku kepentingan di daerah pemilihan, demi percepatan pembangunan daerah tahun 2015.

Hasilnya dapat menyelaraskan antara Musrenbangnas 2015 yang juga telah ditetapkan pemerintah dengan agenda percepatan pembangunan. 

‘’Dengan harapan untuk meningkatkan kualitas hidup, mengurangi ketimpangan antar golongan dan wilayah dengan tidak mengganggu,’’ kata Joni.

Selain itu rapat ini tentunya juga membahas tentang Rancangan Tata Ruang dan Wilayah (RTRW) Provinsi Riau yang masih dalam proses. Perlu dukungan dari Dewan Perwakilan Daerah (DPD) bersama dengan DPR sebagai legislatif kepada pemerintah pusat.

Sebagai eksekutif untuk dapat menyelesaikannya dalam waktu yang tidak terlalu lama. ‘’Bagaimana pun RTRW ini faktor penting untuk percepatan pembangunan di Riau,’’ sebut dia.(jim/adv)

Aktifitas PETI Meningkat, Warga Pauh Angit Hulu Siap Pasang Badan

BERITA KUANSING, CERENTI - Aktivitas penambangan emas tanpa izin (PETI) alias tambang ilegal masih saja marak terjadi di sepanjang Sungai Kuantan, mulai dari Hulu Kuantan hingga Cerenti, termasuk di Kecamatan Pangean.

Kendati di desa lain aktivitas ini kian marak, namun di Desa Pauh Angit Hulu Pangean, warganya yang kompak menolak sebagai upaya untuk menjaga keindahan alam di desanya itu. Sekitar pukul 09.00 WIB, Rabu (30/9) kemarin, massa mengusir kapal-kapal PETI yang hendak beroperasi di wilayah desa ini.

Warga Pauh Angit Hulu tidak ingin desanya yang menyimpan potensi keindahan panorama alam Sungai Kuantan ini harus dirusak oleh oknum warga yang hanya mendahulukan kepentingan pribadi.

Kemarin itu, massa yang terdiri dari para pemuda dan masyarakat serta Kepala Desa Pauh Angit Hulu Syofyan beserta perangkat desa lainnya berbondong-bondong mendatangi para penambang itu. Tidak ingin terjadi bentrok, Camat Pangean Mahviyen Trikon Putra SE bersama Kapolsek Pangean AKP Lumban G Toruan beserta upika lainnya langsung melerai. Dan kapal-kapal PETI yang hendak beroperasi itupun akhirnya kabur.(aci/rip)

APBD-P Kuansing 2015 Disahkan Rp1,6 Triliyun

BERITA KUANSING, TELUK KUANTAN - Bupati Kuantan Singingi (Kuansing), Riau, H. Sukarmis berterimakasih dan memberikan penghargaan setinggi-tingginya kepada semua pihak yang telah merancang dan merumuskan perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), terutama anggota dewan.

Hal itu disampaikan bupati usai disahkannya APBD P Kuansing 2015, Selasa (29/9/2015) malam pada rapat paripurna Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kuansing.

"Ini merupakan sebuah proses yang tidak mudah, sehingga Ranperda bisa menjadi Perda," ujar Sukarmis di hadapan 28 anggota dewan yang hadir.

Dengan telah disahkannya APBD P, lanjut Sukarmis, eksekutif harus lebih giat dalam memacu segala kegiatan. Sehingga, realisasi pembangunan bisa terlaksana secara maksimal.

"Kalau cepat disahkan, tentu kita bisa lebih cepat dalam merealisasikan pembangunan," ujar Sukarmis.

Dalam paripurna tersebut, pandangan akhir DPRD Kuansing disampaikan oleh Musliadi, SAg. Sesuai dengan hasil rapat banggar, maka perubahan APBD Kuansing sebesar Rp1,6 triliyun lebih.(aci)

Sembari Penyuluhan, Dinas Perkebunan Kampar Bagikan 22 Ribu Bibit ke Petani

BERITA KAMPAR, XIII KOTO KAMPAR - Dalam rangka meningkatkan produksi hasil karet, para petani yang ada di kabupaten Kampar. Dinas Perkebunan melakukan terobosan jangka panjang dengan melakukan pembagian bibit Karet secara gratis kepada petani.

Dengan bibit Karet yang berkualitas sebanyak 22 ribu dan pupuk di satu Kecamatan di Koto Kampar Hulu dengan lahan seluas 40 Ha, dengan perhitungan 500 Bibit per KK.

Hal itu diungkapkan oleh Kepala Dinas Perkebunan Kabupaten Kampar H. Bustam, Kamis (1/10) di sela bincang-bincangnya bersama Ketua kelompok Cengeh di Desa Tebing Tinggi.

Di tambahkannya, apa yang kita lakukan ini bukan saja melakukan peninjauan biasa saja namun juga memberikan penyuluhan secara bertatap muka dengan petani agar apa yang di lakukannya benar-benar di koridor yang tepat dan petani tidak kurang dengan informasi terkait penamanan serta pemilihan bibit Karet yang berkualitas.
Dan setelah kita lihat dan saksikan langsung tadi di rumah kelompok Tani saya pastikan bibit yang di dapatkan petani berkualitas bagus sebab bibit tersebut sudah melewati seleksi yang ketat dengan di berikan label hijau yang di keluarkan oleh balai besar Tanaman Karet dengan apa yang telah di anjurkan oleh pemerintah, ujarnya.

Sementara itu salah seorang ketua kelompok tani Cangeh, Daprizal menungkapkan kalau dirinya sangat senang dengan diberikan bantuan berupa bibit karet oleh pemerintah Kabupaten Kampar, melalui Dinas Perkebunan Kampar, tentu apa yang di lakukan sangat menbantu kami petani yang ada di Desa Tebing Tinggi kecamatan 13 Koto Kampar Hulu, dengan kualitas bibit  karet yang bagus, bukan itu saja pupuk pun sudah di bagikan oleh disbun kampar melalu ketua kelompok  untuk kami petani karet di sini.

Daprizal menjelaskan, seadainya di beli sudah berapa pula duit kami petani yang terbuang dan memang sekerang petani Karet sedang kesulitan dalam masalah uang, ujarnya.

Atas nama kelompok tani Cengeh, kami mengucapkan ribuan terima kasih yang tak terhingga buat Dinas Perkebunan Kabupaten Kampar, pungkasnya. (kim)

Polres Kampar Ekspos Kasus Penangkapan Bandar Narkoba

BERITA KAMPAR, BANGKINANG - Polres Kampar ekspos kasus penangkapan seorang bandar narkoba yakni BH alias BB (34) tahun warga Bangun Sari desa Sei Agung kecamatan Tapung Kabupaten Kampar dengan barang bukti narkotika jenis shabu - shabu dengan berat sekitar 2,6 ons, pada Senin (28/9/15).

Pengungkapan Kasus Narkoba ini berawal dari informasi yang disampaikan masyarakat kepada pihak Kepolisian tentang adanya transaksi narkoba di desa Sei Agung yang meresahkan masyarakat, menindaklanjuti informasi tersebut Kasat Res Narkoba menurunkan personilnya untuk melakukan penyelidikan pada Sabtu (26/9/15) lalu. 

Dari hasil penyelidikan pihak Kepolisian akhirnya ditemukan tersangka BH alias BB sedang berada disebuah bengkel yang berlokasi di desa Sei Agung, petugas kemudian melakukan penggeledahan badan dan dilanjutkan penggeledahan dirumahnya yang disaksikan oleh ketua RT setempat dan juga istri tersangka. 

"Saat penggeledahan dirumah tersangka ini petugas menemukan sebuah tas tangan yang kemudian meminta ketua RT sdr. N. Sembiring untuk membukanya, didalam tas tersebut ditemukan 2 paket besar dan 5 paket kecil narkotika jenis shabu - shabu dengan berat sekitar 2,6 ons, 1 buah timbangan digital serta beberapa barang lain yang berkaitan dengan kasus ini,"terang Kapolres Kampar AKBP Ery Apriyono,melalui Waka Polres Kampar Kompol Yuniar Ari didampingi Kasat Res Narkoba AKP Tapip Usman. 

Dikatakannya bahwa tersangka BH alias BB beserta barang bukti yang ditemukan petugas saat ini telah diamankan di Polres Kampar untuk proses hukum selanjutnya.(kim/rtm)